Showing posts with label Kisah Hidup. Show all posts
Showing posts with label Kisah Hidup. Show all posts

Monday, January 24, 2011

Seorang Ayah Mencari Pembunuh Anaknya Selama 15 th

Fransisco Holgado, lelaki 66 tahun yang selalu berpakaian serba hitam dan memiliki dua kepribadian. Siang dia menjadi seorang ayah, malam dia menjadi pemburu pembunuh anaknya.

Ini adalah tahun ke 15 sejak anaknya, Juan Holgado, terbunuh dengan lebih dari 30 tusukan. Seperti dilansir dari laman Associated Press, Sabtu, 15 Januari 2011, Fransisco Holgado menghitung setiap...

tahun kematian anaknya tersebut di sebuah tembok di kota Jerez De La Frontera, Spanyol.

Pada tembok itu tertulis “14 tahun. Keadilan untuk Juan Holgado”. Holgado menimpa angka 14 tahun dengan cat putih dan menggantinya dengan angka 15 tahun. Selama itu pula, Holgado berjuang mencari pembunuh anaknya sampai ke sarang bromocorah di kota yang terletak di Spanyol selatan itu.

Holgado mengambil pensiun dini di kantornya demi melancarkan misinya. Istrinya bahkan menceraikannya, dan ketiga anaknya mulai mengacuhkannya. Dengan menggunakan wig murahan, kacamata dan sebuah topi, Holgado menyamar dan mendekati semua penjahat di lokasi tersebut.

“Apa yang harus seorang ayah lakukan? Seorang ayah yang anaknya dibunuh tidak bisa hanya duduk di rumah. Dia harus menemukan pembunuhnya, bahkan mengorbankan nyawanya jika diperlukan,” ujar Holgado yang setiap hari ziarah ke makam anaknya, dan sampai saat ini, Holgado masih mengenakan pakaian hitam-hitam, tanda berkabung.

Juan Holgado, 26, terbunuh pada 22 November 1995 saat bekerja di sebuah pompa bensin. Dia ditemukan bersimbah darah dengan puluhan tusukan. Pembunuhnya berhasil kabur setelah mengacak-acak toko di pompa bensin dan melarikan uang beberapa ratus dolar, beberapa pak rokok, dan beberapa botol minuman alkohol.

Penyelidikan kematiannya terbentur kurangnya barang bukti pada penyidikan. Tempat kejadian perkara (TKP) yang semula penuh dengan darah, pecahan kaca, dan bekas perkelahian telah dibersihkan pemilik pompa bensin. Beberapa fotografer dan wartawan juga merusak TKP. Sidik jari tersangka juga telah hilang tanpa bekas. Inilah yang menyebabkan pengadilan tidak bisa menangkap satu orang pun hingga saat ini.

Demi mendapatkan informasi dari lokasi kejahatan. Helgado menyamar menjadi Pepe. Dia berhasil berteman dengan para pengedar obat-obatan terlarang, perampok, dan pelacur. Semuanya demi mendapatkan informasi mengenai pelaku. Bak agen mata-mata, semua percakapan dengan mereka direkamnya dengan apik di sebuah kaset.

Terdapat puluhan rekaman dalam kaset berdurasi 60 menit. Empat orang tersangka telah berhasil dia tangkap, namun semuanya akhirnya dibebaskan karena kurang bukti. Seorang pemuda yang paling dicurigainya adalah Pedro Asencio, pemuda ini mengaku kepada Pepe telah membakar bajunya yang berlumuran darah kala itu, dia juga mengatakan akan membunuh Fransisco Helgado.

Namun bukannya melampiaskan kekesalannya pada Asencio, Helgado malah menyelamatkan nyawanya. Ketika itu keduanya tengah berkendara, Asencio yang tengah mabuk melihat seekor kelinci dan tiba-tiba mengejarnya. Mabuk, Asencio tercebur ke sungai dan meminta pertolongan. Helgado menolongnya tanpa pikir panjang.

“Apa yang harus aku lakukan? Jika dia tenggelam, tidak ada yang akan tahu pembunuhnya. Saya ingin melihat ini sampai akhir, saya tidak ingin setengah-setengah,” ujar Helgado.

Namun, Asencio dibebaskan karena kurang bukti. Saat ini, Asencio entah ke mana, Helgado terus mencari bukti pendukung.

Helgado terkenal karena kenekatannya di acara-acara publik. Dia pernah berdiri di tengah rel kereta untuk menghentikan kereta ke Madrid. Dia menempeli kota dengan poster dan mencoret-coret gedung menuntut keadilan.

Dia juga dua kali pernah mengganggu jalannya pertandingan sepakbola dengan berlari ke tengah lapangan membawa banner dan bunga carnation, yang berarti dia tidak akan melupakan anaknya. “Dia adalah pejuang yang gigih,” ujar kawan Helgado, Pablo Berrera, 33, seorang bartender.

source:vivanews

Wednesday, June 16, 2010

Perbandingan Tinggi Nabi Adam Dengan Manusia Sekarang

Nabi Adam tubuhnya sangat kekar dengan tinggi 60 hasta seperti di jelaskan oleh Rasullulah.
kata rassullulah “Allah menciptakan adam dengan tinggi enam puluh hasta. Kemudian setelah Adam, makhluk itu semakin berkurang tingginya seperti sekarang ini“ (HR.Bukhari), hadis ini juga ditemukan dalam riwayat imam Muslim dan imam Ahmad, namun dalam sanad yg berbeda.
1 hasta = 45,72 cm. maka dengan begitu tinggi nabi adam adalah 27,432 meter



Hasil survey para ahli di Amerika, orang2 Amerika yg mengklaim bangsa yg mempunyai postur paling tinggi di dunia, tingginya semakin berkurang akibat banyak mengkonsumsi makanan yang sudah diawetkan.
Apalagi orang Indonesia, saya lihat sewaktu orde lama postur tubuh orang Indonesia cukup tinggi2,
Tapi keturunan manusia Indonesia jaman sekarang makin kecil/menyusut.
Apa karena ortunya juga kena imbas makanan yg banyak mengandung bahan pengawet yach?

Wednesday, April 28, 2010

Perahu Nabi Nuh ditemukan!



Sisa-sisa perahu Nabi Nuh ditemukan di ketinggian 13 ribu kaki atau sekitar 3,9 kilometer di sebuah gunung di Turki. Hal tersebut diungkapkan para penjelajah evangelis.

Sekelompok penjelajah evangelis dari Turki dan Cina mengatakan mereka menemukan sisa-sisa kayu dari perahu Nabi Nuh di Gunung Ararat di sebelah timur Turki.

Kelompok penjelajah tersebut mendaku dari data karbon kayu tersebut menunjukkan berusia 4.800 tahun. Artinya, waktu tersebut sesuai dengan berlayarnya Perahu Nabi Nuh. Para evangelis dan sebagian peneliti sejak lama menduga Gunung Ararat sebagai tempat terakhir berlabuhnya perahu Nabi Nuh...



Yeung Wing-Cheung, anggota tim peneliti Kependetaan Internasional Masalah Perahu Nabi Nuh yang melakukan pencarian tersebut, mengatakan, "Itu bukan 100 persen bisa dinyatakan sebagai perahu Nabi Nuh. Tetapi kami rasa 99,9 persen itu merupakan perahu Nabi Nuh."

Dalam beberapa dekade ini, ada berbagai penemuan yang diklaim sebagai perahu Nabi Nuh. Yang paling terkenal adalah penemuan arkeolog Ron Wyatt pada 1987. Wyatt mengklaim menemukan sisa perahu Nabi Nuh di Ararat. Saat itu, pemerintah Turki secara resmi mengumumkan kawasan penemuan Wyatt sebagai taman nasional.


Namun, kaum evangelis bersikeras penemuan terbaru mereka di Gunung Ararat merupakan artefak yang sesungguhnya. Untuk mengkonfirmasikan itu, tim telah memanggil peneliti dari Belanda, Gerrit Aalten.

"Keutamaan dari penemuan ini adalah untuk pertama kali dalam sejarah penemuan perahu Nabi Nuh terdokumentasikan dengan baik dan diungkap ke khalayak di seantero dunia," ujar Aalten saat jumpa pers penemuan tersebut. "Ada banyak bukti-bukti akurat yang menunjukkan bahwa struktur yang ditemukan di Gunung Ararat di Turki bagian timur adalah perahu Nabi Nuh," ujar Aalten.

Perwakilan dari Kependetaan Internasional Masalah Perahu Nabi Nuh mengatakan struktur yang terkandung di beberapa bagian, beberapa balok kayu, diduga merupakan bagian dari perahu yang dipakai sebagai kandang bermacam hewan. Tim arkeolog evangelis juga menyatakan tidak mungkin ada permukiman di kawasan tersebut.

Anggota tim penjelajah, Panda Lee, mengatakan, "Pada Oktober 2008, saya memanjat gunung tersebut dengan tim dari Turki. Di ketinggian sekitar lebih dari 4.000 meter, saya melihat ada struktur bangunan yang terbuat dari papan seperti kayu gelondongan. Tiap papan memiliki ketebalan 8 inchi. Saya melihat tenons, bukti konstruksi kuno sebelum paku besi ditemukan."

Pejabat lokal akan meminta pemerintah pusat Turki mengajukan penemuan itu masuk dalam UNESCO WOrld Heritage agar situs tersebut bisa dilindungi seiring dengan penggalian arkeologi secara besar-besaran.

Menurut beberapa kitab suci, Tuhan memutuskan untuk membanjiri bumi dengan air setelah melihat kondisi dunia yang buruk. Tuhan lalu meminta Nuh untuk membangun sebuah perahu besar dan mengisi perahu tersebut dengan manusia dan hewan.

Menurut kitab suci, setelah banjir surut, perahu Nabi Nuh terdampar di sebuah gunung. Banyak orang menduga Gunung Ararat, titik tertinggi di kawasan tersebut, sebagai tempat labuhan terakhir perahu Nabi Nuh.

source; tempointeraktif.com

Tuesday, June 30, 2009

Rumah Seribu Cermin

Di sebuah desa kecil, ada sebuah rumah yang dikenal dengan nama "Rumah Seribu Cermin." Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan di desa itu dan melintasi "Rumah Seribu Cermin". Ia tertarik pada rumah itu dan memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya.



Sambil melompat-lompat ceria ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu depan. Telinga terangkat tinggi-tinggi, ekornya bergerak-gerak secepat mungkin. Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat ada seribu wajah ceria anjing-anjing kecil dengan ekor yang bergerak-gerak cepat. Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan senyum lebar, hangat dan bersahabat. Ketika ia meninggalkan rumah itu, ia berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini sangat menyenangkan. Suatu saat saya akan kembali mengunjunginya sesering mungkin."



Sesaat setelah anjing itu pergi, datanglah anjing kecil yang lain. Namun, anjing yang satu ini tidak seceria anjing yang sebelumnya. Ia juga memasuki rumah itu. Dengan perlahan ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu. Ketika berada di dalam, ia terkejut melihat ada seribu wajah anjing kecil yang muram dan tidak bersahabat. Segera saja ia menyalak keras-keras, dan dibalas juga dengan seribu gonggongan yang menyeramkan. Ia merasa ketakutan dan keluar dari rumah sambil berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini sungguh menakutkan, saya takkan pernah mau kembali ke sini lagi."



Seringkali gambaran atau kesan tentang wajah yang ada di dunia ini, yang kita lihat ... adalah cermin gambaran dan kesan dari wajah kita sendiri. Kalau kita mengesankan keramahan, maka dunia akan tampak ramah... Kalau dunia terasa suram, mungkin itu karena kesan yang kita berikan...









Wednesday, June 17, 2009

Berfikir sederhana aja deh..??

Dalam kehidupan sehari-hari, kita hendaknya mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi. Tetapi, saat menghadapi suatu masalah seringkali kita terkecoh, sehingga walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam dua kasus di bawah ini :

1.Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu decade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ?
Mereka menggunakan pensil !

2.Suatu hari, seorang pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama.....

seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Sang pemilik apartemen mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah tersebut . Seorang pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar kedua meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, pakar ketiga hanya menyarankan satu hal, bahwa inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu. Pakar tadi hanya menyarankan kepada sang pemilik apartemen untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, supaya para pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan 'menunggu ' dan merasa 'tidak menunggu lift '.
It works !

Filosofi KISS ( Keep It Simple Stupid ), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya.
Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada.
Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah. Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa.
Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya.

Sunday, June 14, 2009

Apakah kamu berjiwa Pemenang????

Lagi buka2 labtop temen, ehh nemu artikel menarik yang gag tau sp yang nulis tuh, ywdh tak rewrite lg ajah..begini ceritanya..

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Madi. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Madi lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Madi bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan....



Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun, sesaat kemudian, Madi meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan tang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!".

Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat.
Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Madi lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Madi. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Madi maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Madi terdiam.
"Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Madi.

Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

apakah anda sudah bersikap demikian???renungkanlah..

Wednesday, April 22, 2009

ITU BAIK..???

Ini kisah persahabatan dua anak manusia. Yang seorang adalah putra
presiden, yang lain pemuda rakyat jelata bernama Pono.

Persahabatan ini sudah terjalin sejak mereka masih di bangku sekolah. Pono
punya kebiasaan yang kadang menjengkelkan. Apa pun peristiwa yang terjadi
di depannya selalu dianggap positif. "Itu Baik!" katanya senantiasa.

Hari itu seperti yang sering mereka lakukan, Pono menemani sahabatnya
berburu. Tugasnya membawa senapan dan mengisi peluru agar selalu siap
digunakan. Entah kenapa, barangkali belum terkunci secara sempurna, setelah
diserahkan kepada sahabatnya senapan itu meletus. Akibatnya cukup fatal.
Ibu jari putra presiden terkena terjangan peluru dan putus. Melihat itu
tanpa sadar dengan kalemnya Pono berkomentar. "Itu Baik!" Kontan sahabatnya naik pitam. "Bagaimana Kau ini! Jempolku putus tertembak, malah dibilang Baik. Brengsek!" Agaknya, kali ini kelakuan Pono tak termaafkan. Ia
dijebloskan ke penjara.

Beberapa bulan kemudian....,
sang putra presiden kembali pergi berburu ke
Afrika. Malang, ia tersesat di hutan lebat dan ditangkap suku primitif yang
masih kanibal. Malam harinya, dalam keadaan terikat ia akan dibakar untuk
disantap ramai-ramai. Anehnya, mendadak ia dibebaskan. Belakangan ketahuan, suku tersebut pantang memangsa makhluk yang organ tubuhnya tidak lengkap.

Nasib baik itu membuat sang putra presiden termenung. Ia teringat kembali
peristiwa ketika jempolnya putus tertembak lantaran ulah Pono. Ia kemudian
menemui Pono di penjara.

"Ternyata Kau benar. Ada baiknya jempolku tertembak," katanya sambil
menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya di Afrika. "Aku menyesal telah memenjarakanmu."

"Oh, tidak!' Bagiku, ini Baik!"

"Bagaimana kau ini? Memenjarakan teman kau bilang baik?"

"Kalau aku tidak dipenjara, pasti saat itu aku bersamamu."

Kisah satir ini mengingatkan pada pernyataan Randolph Bourne, intelektual
Amerika yang juga anak didik John Dewey. Katanya, seorang teman itu memang dipilih untuk kita berdasarkan hukum perasaan yang tersembunyi, bukan oleh kehendak sadar kita si manusia.