Showing posts with label Balap Sepeda. Show all posts
Showing posts with label Balap Sepeda. Show all posts

Wednesday, August 3, 2011

Lance Armstrong Juara Leadville 100 qualifier

Ada yang kurang jika kita menyaksikan gelaran Tour De France 2011 kemarin. Yap, sang living legend, Lance Armstrong sudah tidak lagi terlihat gigih mendaki tanjakan2 terjal. Lance Armstrong memang sudah mundur dari dunia balap sepeda pro. lantas apa kegiatannya sekarang? mari kita simak.

Lance Armstrong Juara Leadville 100 qualifier
Zonasepeda – Legenda Balap sepeda dunia, juara Tour de France 7 kali Lance Armstrong berhasil menjadi juara di balap sepeda MTB Leadville 100. Pembalap wanita Rebecca Rusch berhasil menjadi yang terbaik untuk kelas woman...


Final Leadville Qualifying Series Race, diselenggarakan di Crested Butte Mountain Resort, dengan melintasi perbukitan Colorado. Lance Armstrong yang sudah mundur dari kancah balap sepeda Pro Tour mengisi hari-harinya dengan kegiatan sosial dan race lokal di USA.

Bukan Lance Armstrong jika datang tanpa gelar jaura, masuk dalam ketegori umur 40-49 Armstrong menjadi yang terbaik dari kurang lebih 100 rider yang ikut dalam race tersebut.

Lead ville 100

Meskipun menjadi yang terbaik, setelah bersepeda naik turun bukit sejauh 65mill, Lance mengakui bahwa dirinya semakin tua dan saatnya benar-benar beristirahat.
http://farm7.static.flickr.com/6021/6000649593_7f6b8c7aa7.jpg
Saat ini Lance masih terbelit masalah doping alegation selama karirnya diajang balap sepeda pro tour. Masalah tersebut belum tuntas, pernyataan dari mantan rekan satu timnya Floyd Landis benar-benar membuat dirinya menjadi suspect utama kasus doping.source:

Monday, July 25, 2011

Cadel Evans, Penantianmu tercapai!

Tour de France 2001 sudah berakhir, dengan Cadel Evans tampil sebagai juara. kebiasaan tiap malem bergadang di kampus hotspotan atau paketan di warnet untuk nonto TDF scara live pun sudah berakhir. sekarang kembali ke rutinitas seperti biasa lagi.. dan rutinitasnya pun tetep sama, mantengin layar laptop sampek pegel browsing ke mana mana dengan tujuan yang kadang ga jelas. maklum mahasiswa yang di buat stress sama dosen pembimbing skripsinya! ( lho kok malah curhat?)

Langsung saja deh, ini beritanya :

Tour de France tahun ini akhirnya dimenangi oleh Cadel Evans. Dia jadi pembalap Australia pertama yang memenangi balap sepeda paling bergengsi di dunia itu.

Etape 21 alias etape terakhir menempuh jarak 95 km dari Creteil ke Paris (Champs-Élysées). Etape dengan medan datar ini dimenangi oleh Mark Cavendish yang finis dengan catatan waktu 2 jam 27 menit 2 detik. Cavendish mengalahkan Edvald Boasson yang harus puas di posisi kedua.

Evans sendiri pada etape ini cuma bermain aman. Dia finis bersama rombongan besar di belakang Cavendish.

Di klasemen akhir, Evans mencatat total waktu 86 jam 12 menit 22 detik. Dia unggul 1 menit 34 detik atas pembalap Luksemburg, Andy Schleck.

Frank Schelck harus puas di posisi ketiga. Catatan terpaut 2 menit 30 detik dari Evans.

Juara tahun lalu, Alberto Contador, hanya menempati posisi kelima. Dia mencatat waktu 86 jam 16 menit 19 detik.

Kemenangan ini membuat Evans menjadi pembalap Australia pertama yang memenangi Tour de France. Dengan usia 34 tahun, pembalap BMC Racing Team ini jadi pembalap tertua yang jadi juara sejak Perang Dunia II.

"Terima kasih untuk semua orang yang mendukung saya, rekan-rekan setim, para pesaing, dan semua orang atas pengalaman yang luar biasa ini," girang Evans di Reuters.

"Terima kasih untuk balapan yang fantastis. Ini adalah pengalaman yang indah. Saya tak bisa lebih bahagia lagi. Saya sudah memikirkan ini selama 20 tahun," ujarnya.



source:detiksport

Tuesday, May 10, 2011

Pebalap Sepeda Tewas di Ajang Giro D'Italia 2011

miris gan:

Pebalap sepeda Belgia Wouter Weylandt tewas akibat cedera parah setelah terjatuh di ajang balap sepeda Giro d'Italia. Nyawa pria berusia 26 tahun itu tak bisa diselamatkan setelah mengalami kecelakaan di rute tanjakan Passo del Bocco, Etape 3 yang menempuh jarak dari Reggio Emilia ke Rapallo.
Weylandt terjatuh di daerah putaran, tepat pada turunan tajam, 35 kilometer sebelum garis finis. Menurut laporan, sepeda yang ditungganginya menghantam muka yang menyebabkan pendarahan hebat. Otoritas keamanan sedang menyelediki penyebab kecelakaan tragis ini...

Weylandt sempat mendapat perawatan medis selama 40 menit meski nyawanya tidak bisa ditolong. “Weylandt pingsan dengan luka retak pada tulang otak dan mengalami kerusakan pada mukanya. Setelah 40 menit memberikan pertolongan dengan memijat jantung, kami memutuskan untuk menghentikan lantaran tidak ada lagi yang bisa dilakukan,” kata Profesor Giovanni Tredici, kepala tim medis lomba, Selasa, 10 Mei 2011.

Tredici menceritakan keadaan Weylandt sudah gawat ketika tim medis mencoba memberikan pertolongan kepadanya.

Ini merupakan kali kelima Weylandt ambil bagian di Giro d'Italia sebagai pebalap sepeda profesional. Ia juga sedang menantikan anak pertamanya dan baru bergabung dengan tim barunya, Leopard Trek.

Weylandt menyabet kemenangan terbesarnya pada edisi Giro d;Italia 2010 dan Tour of Spain 2008. “Leopard Trek terpukul dan sedih dan kami ikut bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggal dan rekan dari Woulter,” tulis pernyataan resmi Leopard Trek, yang menjelaskan akan menentukan apakah akan meneruskan lomba atau sebaliknya.

Weylandt adalah pebalap sepeda keempat yang kehilangan nyawa di Giro d'Italia dan pertama sejak 1986.


source:tempo interaktif

Monday, February 28, 2011

Tour SIngkarak 2011 Siap Digelar


Tour de Singkarak 2011 akan digelar mulai Juni mendatang. Kompetisi ini diikuti oleh 225 pembalap dari 10 tim dalam negeri dan 15 tim luar negeri dan menempuh tujuh etape...


Tahun ini Tour de Singkarak memasuki tahun ketiganya. Kejuaraan ini secara resmi telah menjadi agenda perhelatan tahunan Union Cycliste Internationale (UCI).

Untuk tahun ini, UCI menetapkan Tour de Singkarak digelar pada 6 hingga 12 Juni 2011.

Dalam siaran pers yang diterima detiksport, Senin (28/2/2011) sore WIB, kompetisi tahun ini melombakan tujuh etape melintas berbagai keindahan alam dan budaya di 12 kabupaten/kota di Sumatera Barat dengan total jarak 813 kilometer.

Perincian etape tersebut adalah sebagai berikut. Etape I Padang, Etape II Padang – Pariaman, Etape III Pariaman – Bukittinggi, Etape IV Bukittinggi – Payakumbuh, Etape V Payakumbuh – Sawahlunto, Etape VIA Sawahlunto – Pagaruyung, Etape VIB Pagaruyung – Padangpanjang dan Etape VII Padang Panjang – Danau Singkarak. Beberapa tempat wisata baru akan menjadi bagian dari jalur lintasan lomba termasuk Lembah Harau.

Jumlah etape tahun ini bertambah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni enam. Tahun lalu Tour de Singkarak menempuh total jarak 551,7 kilometer.

Untuk tahun ini lomba diikuti oleh 225 pembalap sepeda dari 10 tim dalam negeri dan 15 tim internasional.

Dirjen Pemasaran Kemudpar RI Sapta Nirwandar menyampaikan bahwa untuk mendukung kegiatan ini pemerintah menjalin kerjasama dengan Amaury Sport Organization pada Prancis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan serta membantu menghadirkan pembalap-pembalap terbaik dari benua Amerika dan Eropa.

ASO yang akan memberikan konsultasi penyelenggaraan Tour de Singkarak 2011 ini adalah penyelenggara acara olahraga terkemuka yang memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan Tour de France, reli Paris Dakkar dan Paris Marathon. ASO sendiri berpendapat bahwa kualitas Tour de Singkarak sangat berpeluang untuk ditingkatkan menjadi perhelatan olahraga sekelas Tour de France.

Tahun lalu gelar juara umum Tour de Singkarak disabet pembalap sepeda Iran Ghader Mizbani dari tim Tabriz Petrochemichal.

Tuesday, February 15, 2011

Mark Renshaw Juara Tour Of Qatar 2011


Mark Renshaw pembalap HTC-Highroad, berhasil membuktikan, bahwa dirinya tidak hanya menjadi lead-out Mark Cavendish, Renshaw berhasil menjadi juara Tour of Qatar 2011, gelar ini merupakan gelar pertamanya musim ini...



Renshaw memastikan kemenangan keseluruhan dengan selisih waktu 8 detik dari Garmin-Cervelo’s Heinrich Haussler, yang sebelumnya berhasil merebut dua etape dan poin jersey.

Stage 5 Tour Of Qatar yang merupakan etape terakhir, Andrea Guardini, pembalap Farnese Vini’s 21 tahun, mengawali musim 2011 dengan sempurna berhasil menjadi yang terdepan distage pamungkas TOQ 2011.

Guardini berhasil melibas pembalap Quick step Francesco Chicchi dan Rabobank Theo Bos. Guardini sebelumnya memenangkan tiga etape pada Tour of Langkawi tahun ini.

Berikut Hasil Tour of Qatar 2011 Stage5 Sealine Beach Resort – Doha Corniche 126.5km
1 Andrea Guardini (Ita) Farnese Vini – Neri Sottoli 2:44:06
2 Francesco Chicchi (Ita) Quickstep Cycling Team
3 Theo Bos (Ned) Rabobank Cycling Team
4 Dominique Rollin (Can) FDJ
5 Roger Kluge (Ger) Skil – Shimano
6 Denis Galimzyanov (Rus) Katusha Team
7 Tomas Vaitkus (Ltu) Pro Team Astana
8 Russell Downing (GBr) Sky Procycling
9 Heinrich Haussler (Ger) Team Garmin-Cervelo
10 Michael Van Staeyen (Bel) Topsport Vlaanderen – Mercator

Final general classification
1 Mark Renshaw (Aus) HTC-Highroad 15:31:04
2 Heinrich Haussler (Ger) Team Garmin-Cervelo 0:00:08
3 Daniele Bennati (Ita) Leopard Trek 0:00:17
4 Juan Antonio Flecha Giannoni (Spa) Sky Procycling 0:00:26
5 Roger Hammond (GBr) Team Garmin-Cervelo 0:00:38
6 Jeremy Hunt (GBr) Sky Procycling 0:00:39
7 Gabriel Rasch (Nor) Team Garmin-Cervelo 0:00:42
8 Bernhard Eisel (Aut) HTC-Highroad 0:01:05
9 Marcus Burghardt (Ger) BMC Racing Team 0:01:33
10 Gert Steegmans (Bel) Quickstep Cycling Team 0:01:35

source:zonasepeda.com

Wednesday, November 3, 2010

Profil sang Juara



Pembalap Polygon Sweet Nice (PSN) Herwin Jaya ssat ini memegang Jersey Merah Putih. Dia mengaku terinspirasi dari sang kakak untuk menjadi seorang pembalap...

source:
“Saya menjadi seorang pembalap berawal dari melihat kakak saya bermain sepeda BMX,”

Bagi Herwin, bersepeda bukan hanya sekedar hobi saja. Dia juga sering mendapatkan uang cukup banyak dari hasil balapan. Bahkan, dia bisa membeli rumah. “Saya bisa membeli rumah dan motor dari ikut balapan sepeda,” jelas pria kelahiran Probolinggo.

Herwin sudah begitu banyak mengikuti lomba. Sayang, meski banyak mencatat prestasi, namun dirinya belum juga masuk memperkuat Timnas Balap Sepeda Merah Putih. Tapi, hal itu sama sekali tidak dipikirkannya. Herwin hanya bisa pasrah saja.



“Saya sih kepengen masuk Timnas Balap Sepeda. Saya ingin menyumbangkan medali emas SEA Games dan Asian Games. Namun, saya serahkan semua keputusan kepada PB ISSI saja. Saya hanya mencoba berprestasi se baik mungkin,” lanjut pembalap 25 tahun itu.

Tapi, ada ambisi prbadi yang belum tercapai oleh Herwin. “Saya ingin berlaga di dua turnamen balapan bergengsi dunia Tour de France dan Pro Tour yang merupakan turnamen Piala Dunia balap sepeda,” tandasnya.

Biodata Lengkap:

Nama lengkap: Herwin Jaya
Tempat Lahir: Probolinggo
Tanggal: 7 Oktober 1985
Klub: Polygon Sweet Nice


liputan lengkap TDI 2010






Hewin Jaya Juara STDI 2010




Herwin Jaya dari tim Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya inobatkan menjadi juara Speedy Tour d`Indonesia (TDI) 2010 meski di etape terakhir Sirkuit Race, yang finis di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Rabu, tidak menjadi yang tercepat...



Pada etape terakhir ini pebalap yang tercepat adalah Ahmadfakrullah Alias dari Malaysia National Team disusul Sergey Kudentsov dari Polygon Sweet Nice (PSN) dan Projo Waseso dari Kutai Kartanegara Team dengan catatan waktu sama 02.46.12.

Pebalap kelahiran Probolinggo itu mampu membukukan waktu terkecil yaitu 28.02.06 disusul Fatahilah Abdulah dari Pengprov ISSI Yogyakarta dengan catatan waktu 28.06.16 dan posisi tiga Edmund Holland dari Eddy Holland Bicycle Service dengan catatan waktu 28.02.48.

"Saya sangat senang dengan hasil ini. Ini prestasi tertinggi yang pernah saya raih selama ikut balap sepeda," kata Herwin Jaya usai perlombaan.

Menurut dia, kunci kemenangan pada Speedy Tour d`Indonesia 2010 adalah kerjasama tim. Sejak etape pertama hingga etape sepuluh seluruh tim bekerja dengan maksimal sehingga mampu menjadi yang terbaik.

Selain itu, kata dia, yang menjadikan dirinya bisa meraih juara Speedy Tour d`Indonesia 2010 karena selalu mengambil setiap kesempatan yang ada meski hingga etape terakhir belum pernah menjuarai satu etape pun.

"Di etape terakhir tadi saya terus menempel ketat Fatahilah. Selain itu saya terus bermain aman dan tidak tertinggal jauh dengan pebalap yang lain," kata anak pasangan Syamsul dan Djuati itu.

Ia menjelaskan, dengan hasil terbaik pada balapan sepeda terbesar di Indonesia, diharapankan bisa memacu motivasi untuk menjadi yang terbaik terutama saat bertanding di tingkat intenasional.

Selain mampu menjadi puncak klasemen atau pemegang kaos kuning, Herwin Jaya juga berhak memakai kaos Merah Putih atau puncak klasemen untuk kategori nasional. Sedangkan kaos hijau direbut oleh Budi Santoso dari United Bike Kencana Malang.

Sementara itu di sektor tim, PSN Surabaya menjadi yang terbaik umum setelah mampu mengumpulkan waktu terkecil selama Speedy Tour d`Indonesia 2010 yaitu 83.36.33 disusul Customs Cycling Club dengan 83.42.59 dan CCN-Colossi dengan 83.44.54.

Sedangkan untuk tim kategori nasional Customs Cycling Club berada di puncak dengan 83.42.59, disusul Araya Indonesia dengan 83.47.47 dan Putra Perjuangan dengan catatan waktu 83.49.17.

"Hasil ini telah sesuai dengan yang direncanakan tim. Kami pada etape terakhir hanya mengamankan kaos kuning dan tim saja," kata manajer PSN Wawan Setyobudi usai perlombaan.

Menurut dia, dengan hasilnya pihaknya cukup puas karena semua pebalap bermain dengan maksimal sehingga mampu menjadi yang terbaik baik secara perorangan maupun tim.

Dengan kemenangan ini Herwin Jaya berhak menerima hadiah 4.500 dollar Amerika Serikat (AS) dan untuk tim mendapatkan 7.500 dollar AS. (ANT/K004)

Etape 9, Sergey kembali tercepat




Gelar juara Tour de Indonesia 2010 hampir pasti menjadi milik pembalap Polygon Sweet Nice Surabaya. Herwin Jaya mampu mengoleksi total waktu 25 jam, 15 menit dan 54 detik setelah menyelesaikan etape sembilan, Gilimanuk-Denpasar, 192,1 km....


Pada etape kesembilan kemarin sprinter Polygon Sweet Nice, Sergey Kudentsov. Pembalap asal Russia itu mengoleksi waktu 3.14’51”. Sementara diposisi kedua Mat Amin dan Fatahillah Abdullah membuntuti diposisi kedua dan ketiga dengan catatan waktu sama.

Dengan menyisakan satu etape circuit race, tidak menutup kemungkinan Polygon Sweet Nice akan bermain safe. “Posisi Herwin belum aman. Dia masih butuh bantuan rekan-rekannya,” aku pelatih Polygon Sweet Nice, Sukarman kemarin petang. Masalahnya gap time yang dimiliki antara Herwin dengan peringkat kedua, Fatahillah terpaut 10 detik.

Jarak itu semakin merapat lantaran Fatahillah mampu memangkas selisih empat detik dari pembalap kelahiran Probolinggo itu. Hal ini yang membuat tim pelatih Polygon Sweet Nice belum bisa tenang. Sekalipun pada etape kesepuluh hari ini hanya menempuh circuit race dan berjarak 117,6 km atau melintasi 7 lap x 16,8 km.

“Kita harus mengunci pergerakan Fatahillah. Bila perlu kita tutup akselerasi,” tegas Bang Karman, sapaan akrabnya. Kemanapun perginya “Fatahillah harus ditempel terus,” imbuhnya. Dia layak waspada lantaran Fatahillah adalah sprinter yang kuat di medan flat.

Terlebih selama dua etape terakhir ini dia selalu finish di depan Herwin Jaya. Hal ini yang membuat tim asal Kota Pahlawan ini mulai was-was. Dengan ditunjang tim yang kompak, Sukarman berharap pada kekompakan pembalapnya. Dimana trio sprinter, Sergey Kudentsof, Mat Nur, dan Rastra Patria diharapkan bisa membantu Herwin Jaya untuk menutup rangkaian tour de Indonesia.
Polygon Sweet Nice mengakui peluang yang dimiliki Herwin untuk jaura masih terbuka. Peluang untuk menggondol gelar yang pertama bagi Herwin itu masih fifty-fifty.

Pada etape kesepuluh ini Herwin harus finish berdampingan dengan Fatahilah, atau catatan waktunya tidak terpaut. Tetapi strategi itu dianggap berisiko. Herwin diharapkan bisa mengalahkan Fatahillah dalam adu sprint di garis finish besok.

Pembalap Diangkut Feri menuju Bali
Setelah istirahat satu malam di Banyuwangi, Jatim, seluruh pebalap "Speedy Tour d’Indonesia" (TdI) 2010 kembali bersaing di etape IX dari Gilimanuk menuju Denpasar dan untuk menuju Pulau Bali itu semuanya diangkut dengan kapal feri, Selasa.

Setelah menyeberang kurang lebih 45 menit, seluruh pebalap dan perangkat perlombaan yang lain mempersiapkan diri untuk menuntaskan etape IX dengan jarak tempuh 137,5 km dan finis di Renon, Denpasar, Bali.

Sesuai dengan data terakhir, pebalap yang akan melakukan star di Gilimanuk sebanyak 82 orang dari 19 tim atau berkurang 11 pebalap dari jumlah awal saat star di Jakarta yaitu 93 orang.

Salah satu pebalap yang gagal melanjutkan perlombaan etape IX adalah juara etape VI Ferinanto dari United Bike Kencana Malang, akibat tidak finis dietape VIII dari Surabaya menuju Jember, Senin (1/11).

Etape IX ini merupakan jalur pendek kedua setelah etape IV dari Pekalongan menuju Semarang. Pada jalur yang didominasi dataran ini dipastikan kompetisi akan lebih ketat karena selisih waktu antar-pebalap di puncak klasemen kecil.

Pemegang puncak klasemen atau pemegang kaos kuning, yaitu Herwin Jaya dari Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya yang membukukan catatan waktu 22.01.03 akan mendapatkan tekanan dari rival terdekatnya Fatahilah Abdulah dari Pengprov ISSI Yogyakarta yang membukukan catatan waktu 22.01.17.

"Saya harus mempertahankan kaos kuning ini. Yang jelas saya akan bermain agresif dibandingkan etape-etape sebelumnya," kata Herwin Jaya kepada Antara.

Pada etape IX yang kompetisinya dipastikan akan lebih ketat akan melalui satu titik "sprint" di Monumen Adipura Tabanan atau KM 106,3. Dititik ini akan ditentukan siap yang berhak menjadi raja sprint dan berhak memakai kaos hijau Speedy Tour d’Indonesia 2010.

Hingga etape VIII, pebalap yang bertengger dipuncak klasemen sprint adalah Budi Santoso dari United Bike Kencana Malang dengan 16 poin dan di bawahnya Fatahilah Abdulah dari Pengprov ISSI Yogyakarta dengan 11 poin. "Pokoknya saya mau berusaha mengambil kesempatan yang ada. Apalagi sprint di etape ini yang terakhir," kata Budi Santoso.

Setelah menyelesaikan etape IX ini, selanjutnya pebalap akan menyelesaikan etape "Team Time Trial" di Renon Depasar, Rabu (3/11). Pada etape ini seluruh pebalap akan menyelesaikan balapan sejauh 137,5 km.

sumber: Kompas | PSN

Full Results
# Rider Name (Country) Team Result
1 Sergey Kudentsov (Rus) Polygon Sweet Nice 3:14:51
2 Mohd Sahrul Mat Amin (Mas) Malaysia National Team
3 Fatahilah Abdulah (Ina) Pengprov Issi Yogyakarta
4 Edmund Holland (Aus) Eddy Hollands Bicycle Services
5 Setiawan Iwan (Ina) Customs Cycling Club Indonesia
6 Alexandee Smyth (Aus) Power Move Srilanka
7 Tots Oledan (Phi) 7 Eleven Racing Team Philippines
8 Moezedin Seyed Rezaerkhormz (IRI) Vali ASR Kerman
9 Herwin Jaya (Ina) Polygon Sweet Nice
10 Nicolas Wintel (Swi) Power Move Srilanka
11 Saeid Nateghi (IRI) Vali ASR Kerman
12 Alex Malone (Aus) CCN - Colossi
13 Robert Wijaya (Ina) United Bike Kencana Team
14 Wijaya Endra (Ina) Customs Cycling Club Indonesia
15 Robin Manulang (Ina) Araya Indonesia Cycling Team
16 Imam Suparman (Ina) DKI Jakarta
17 Yuli Haryanto (Ina) Tirta Cycling Team Solo Raya
18 Kaswanto (Ina) Araya Indonesia Cycling Team
19 Agus Sofian Ziad (Ina) Team Jabar Muda
20 Jelly Dorisman (Ina) Binong Baru Club
21 Ahmad Fallanie Ali (Mas) Malaysia National Team
22 Sam Davis (Aus) Eddy Hollands Bicycle Services
23 Dahlberg Nathan (NZl) CCN - Colossi
24 Usman Ali (Ina) United Bike Kencana Team
25 Dadi Suryadi (Ina) Putra Perjuangan
26 Fauziansyah (Ina) Kutai Kartanegara Cycling Team
27 Matnur Matnur (Ina) Polygon Sweet Nice
28 Hari Fitrianto (Ina) Polygon Sweet Nice 0:00:06
29 Martin Mueller (Swi) Power Move Srilanka
30 Mohd Zamri Saleh (Mas) Malaysia National Team 0:03:30
31 Sherwin F. Carrera (Phi) 7 Eleven Racing Team Philippines
32 Prasetya P. Heksa (Ina) Customs Cycling Club Indonesia
33 Edi Purnomo (Ina) Araya Indonesia Cycling Team
34 Abadi Mohammad Zangi (IRI) Vali ASR Kerman
35 Hasan Basarahil (Ina) Putra Perjuangan
36 Yonata Pungky K. (Ina) Tirta Cycling Team Solo Raya
37 Arin Iswana (Ina) Putra Perjuangan
38 Agus Suhariawan (Ina) Pengprov Issi Daerah Istimewa Yogyakarta
39 Lex Nederlof (Ned) CCN - Colossi
40 Jalil Eslami (IRI) Vali ASR Kerman
41 Andri Prawita (Ina) DKI Jakarta
42 Ahmad Jukardi Ady (Ina) Team Jabar Muda
43 Eko Bayu Nur Hidayat (Ina) Araya Indonesia Cycling Team
44 Galih Wardana (Ina) Tirta Cycling Team Solo Raya
45 Parno (Ina) Customs Cycling Club Indonesia
46 Tedy S Adrian (Ina) Bintang Kranggan Cycling Club
47 Mark John Laxer G. Galedo (Phi) 7 Eleven Racing Philippines
48 Hartono Gunawan (Ina) Customs Cycling Club Indonesia
49 Maruli Fajar Mulia (Ina) Tirta Cycling Team Solo Raya
50 Peter Griffin (Aus) Eddy Hollands Bicycle Services
51 Warseno (Ina) Tirta Cycling Team Solo Raya
52 Budi Santoso (Ina) United Bike Kencana Team
53 Nugroho Krisnanto (Ina) Pengprov Issi Yogyakarta
54 Calvin Teck Kwang Sim (Sin) OCBC Bank Singapore Team
55 Suprianto Erik (Ina) Team Jabar Muda
56 Rosta Patria Dinawan (Ina) Polygon Sweet Nice
57 Amin Suryana (Ina) Binong Baru Club
58 Adi Wibowo (Ina) Kutai Kartanegara Cycling Team
59 Bayu Satrio S. Putra (Ina) Kutai Kartanegara Cycling Team
60 Elan.S Riyadi (Ina) Bintang Kranggan Cycling Club
61 Dave Treacy (Mlt) CCN - Colossi
62 Joelb Calderon (Phi) 7 Eleven Racing TeamPhilippines
63 Jonipher B. Ravina (Phi) 7 Eleven Racing Philippines
64 Kurniawan Kurniawan (Ina) Team Jabar Muda
65 Ade Solihin (Ina) Bintang Kranggan Cycling Club
66 Arri Pratama (Ina) Putra Perjuangan
67 Yusrizal Usoff (Mas) Malaysia National Team
68 Awang Sumbodho (Ina) Araya Indonesia Cycling Team
69 Rachmadani (Ina) Bintang Kranggan Cycling Club
70 Idris Purnama Kasih (Ina) Binong Baru Club
71 Projo Waseso (Ina) Kutai Kartanegara Cycling Team 0:03:43
72 Nunung Burhanudin (Ina) Putra Perjuangan 0:03:44
73 Ahmadfakrullah Alis (Mas) Malaysia National Team
74 Alvin Firlandi (Ina) DKI Jakarta 0:05:22
75 Chris Glasby (Aus) Eddy Hollands Bicycle Services 0:14:14
76 Yudiansyah Yudiansyah (Ina) DKI Jakarta
77 Rizky P Anugerah (Ina) DKI Jakarta
78 Dean Gathercole (Aus) Eddy Hollands Bicycle Services
79 Ibnu Rully Faroka (Ina) United Bike Kencana Team 0:15:06
80 Kriswo (Ina) Binong Baru Club
DNF Irvan Firmanyah (Ina) Binong Baru Club
DNF Ricky Rinaldy (Ina) Team Jabar Muda

Monday, November 1, 2010

Etape 8 dikuasai pembalap Malaysia


Diwarnai hujan dan panas yang berganti-ganti sejak dari Surabaya ke Madiun, pebalap Ahmaf Fakrullah dari tim nasional Malaysia akhirnya memenangi etape VIII Speedy Tour d'Indonesia 2010, Senin (1/11/2010) dengan waktu 4 jam 21menit 58 detik...



Sejak awal balapan, para pebalap terus melakukan break atau upaya melepaskan diri dari rombongan besar pebalap. Namun, para pebalap akhirnya selalu dapat tertangkap oleh rombongan besar.

Di klasemen umum, Herwin Jaya dari Polygon Sweet Nice tetap mempertahankan yellow jersey atau kaus kuning sebagai pebalap tercepat. Di belakangnya Fatahillah Abdullah dari tim DI Yogyakarta ada di posisi kedua klasemen.

Pembalap Polygon Sweet Nice Herwin Jaya berhasil mengamankan Yellow Jersey yang masih dikenakan. Dia kini mengemas total waktu, 22 jam, 1 menit, dan 3 detik. Dia kini berada di puncak klasemen sementara setelah menyelesaikan etape kedelapan, Surabaya-Jember, 111,6 km, Senin (1/11).

Kendati hasil etape kedelapan kemarin, Herwin finish diposisi ke-39, posisinya tidak tergoyahkan. Pada etape kedelapan ini dimenangi pembalap Malaysia, Ahmadfakrullah Alis, dengan catatan waktu 4.21’58”. Dia menyentuh finish bersama rombongan terdepan bersama 63 pembalap.

Herwin Pertahankan Gelar
Menyisakan dua etape, peluang Herwin menjadi jawara balapan grade 2.2 ini cukup terbuka. Pelatih Polygon Sweet Nice, Wawan Setyobudi menegaskan peluang Herwin menjadi juara cukup besar. “Dengan etape tersisa, peluang menjadi juara cukup terbuka. Apalagi kita memiliki tim yang cukup kompak, dibanding tim-tim lain,” aku Wawan saat dihubungi selepas balapan.

Saat ini Herwin terpaut dengan terpaut 14 detik dengan peringkat kedua, Fatahillah Abdullah dari ISSI Jogjakarta. Fatahillah sendiri kemarin finish diposisi ke-28. Tetapi catatan waktu yang dibukukan Fatahillah dan Herwin tidak terpaut. Keduanya masuk rombongan besar bersama pemenang etape kedelapan. Sehingga selisih waktu tidak ada perubahan.

Hasil etape kedelapan kemarin tidak seperti tujuh etape yang sudah dilalui. Hanya ada dua pembalap Polygon Sweet Nice yang finish diposisi sepuluh besar. Dua pembalap itu adalah Mat Nur (finish 5) dan Rastra Patria (7). Sementara dua pembalap lainnya, Hari Fitrianto menyentuh finish diurutan 49 dan Sergey Kudentsov breada di posisi ke-78 terpaut 5 menit.

“Memang hasil kemarin kurang memuaskan. Biasanya kita bisa menempatkan tiga sampai empat pembalap,” terang Wawan. Meski hanya dua pembalap yang masuk 10 besar, Polygon Sweet Nice masih memimpin klasemen sementara kategori tim. Tim asal Kota Pahlawan ini memiliki total waktu, 65.33’24”. Sementara diposisi kedua, CCC Solo membuntuti dan terpaut 2’56”.

Perebutan nomor Sprint di Etape VIII
Di etape VIII Speedy Tour d'Indonesia 2010 ini, para pebalap akan bersaing memperebutkan tiga nomor sprint yang dilombakan.

Nomor sprint pertama ada di kilometer 81,9 atau di Kantor Bupati Probolinggo. Nomor kedua ada di kilometer 112,1 atau di depan kantor telkom Klakah. Sementara nomor sprint ketiga ada di kilometer 169,7 kilometer atau di depan kantor kepala desa Rambi Puji.

Para pebalap segera memulai real start di 11 kilometer selepas pelepasan di depan kantor Walikota Surabaya. Para pebalap pagi ini diuntungkan dengan cuaca sejuk yang cukup mendukung balapan.

"Iya enak cuacanya. Yang jelas kita ambil aman. Saling kontrol," ujar Herwin Jaya, pemegang yellow jersey dari tim Polygon Sweet Nice.

Pada etape kesembilan akan menempuh jarak 192,1 km dari Gilimanuk menuju Denpasar. “Ini adalah rute yang paling disukai Herwin. Disini banyak rolling-rolling menjelang Tabanan. Mudah-mudahan Herwin mampu menyelesaikan etape kesembilan, untuk mengunci gelar,” tandas mantan sprinter nasional ini.

source:Dian kuyinK

Sunday, October 31, 2010

Rasta Pembalap Tercepat etape 7


Pebalap Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya, Rastra Patria menjadi yang tercepat etape VII dari Madiun menuju Surabaya pada Speedy Tour d’Indonesia (TDI) 2010, Minggu.

Pebalap asal Yogyakarta ini mampu membukukan catatan waktu 03.42.13 disusul pebalap Power Move Srilanka, Martin Mueller dan posisi tiga direbut Fatahilah Abdulah dari Pengprov ISSI Yogyakarta dengan membukukan waktu yang sama...




“Kemenangan ini hasil kerja keras dari awal lomba. Saya juga juga sempat memimpin tiga kali. Tapi upaya untuk menang terjadi satu kilometer dan saya bisa menang,” kata Rosta Patria usai perlombaan.

Menurut dia, angin kencang di Nganjuk hingga Kertosono membuat tenaga terkuras. Namun dengan kerja keras dan kerja sama tim akhir bisa lepas dari rombongan besar dan mampu menjadi yang tercepat.

Pebalap setelah dilepas di Alun-Alun Madiun langsung melesat memimpin rombongan. Jalanan datar membuat semangat mengayuh sepeda lebih tinggi, terutama bagi pebalap spesialis sprint.

Lepas dari Kota Madiun, pebalap dihadapkan dengan jalan sedikit menanjak di Saradan. Di lokasi itu pebalap saling bergantian dalam memimpin perlombaan.

Salah satu kendala yang dihadapi pebalap di jalur ini adalah banyaknya lintasan rel kereta api. Hari Fitrianto dari Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya menjadi korban di lintasan tersebut.

Pebalap yang mengenakan kaos merah putih itu sempat terjatuh saat melintasi rel kawasan tersebut, namun masih tetap melanjutkan perlombaan.

Khusus pengaman jalur, aparat keamanan bekerja sigap. Terbukti jalur yang akan dilintasi pembalap steril dari kendaraan. Animo masyarakat tinggi di sepanjang jalur yang dilintasi balapan.
Sepanjang jalan Kabupaten Nganjuk-memasuki Jombang banyak warga antusias mengibarkan bendera menyambut rombongan pebalap yang telah start dari tanggal 24 Oktober 2010.

Pada titik sprint di depan The Legend Water Park Baron Kertosono pebalap dari tujuh (7) Eleven Filipina, Sherwin F Carrera dan posisi berikutnya direbut pebalap Malaysia National Team yaitu Mohd Zamri dan Ahmad Fallanie.

Untuk titik sprint kedua di Alun-Alun Mojoagung, giliran pebalap tujuh (7) Eleven lainnya Mark John Laxer Galedo. Selanjutnya diposisi dua direbut pebalap Malaysia National Team, Mohd Sahrul Mat Amin dan Imam Suparman dari DKI Jakarta.

Hingga memasuki KM 123, empat (4 ) tepatnya di depan Rumah Sakit Citra Medika pembalap tujuh (7) Eleven Filipina Jonipher B Ravina memimpin sekitar 50 meter di depan rombongan besar yang salah satu pebalapnya Hari Fitrianto dari PSN Surabaya.

Memasuki Krian Sidoarjo pebalap dalam rombongan besar berusaha menambah kecepatannya karena sekitar 20 Km memasuki garis finis di Taman Bungkul Surabaya. Teriknya matahari tidak mengendurkan semangat untuk menjadi yang tercepat.

Meski sebelumnya cuaca panas, menjelang masuk Kota Surabaya atau kurang lebih tiga kilometer menjelang finis, kondisi jalan berubah karena sebelumnya diguyur hujan yang cukup deras.

Hingga mendekati garis finis pebalap tetap dalam rombongan besar dan akhirnya pebalap dari Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya, Rosta Patria menjadi yang tercepat di kota asal timnya.

Setelah menyelesaikan etape VI, Senin (1/11), seluruh pebalap akan menjalani etape VII dari Surabaya menuju Jember dengan jarak tempuh 192,1 Km.

Hasil Etape 7 Tour de Indonesia 2010 Madiun – Surbaya 164.8km
1 Rosta Patria Dinawan (Ina) Polygon Sweet Nice 3:42:13
2 Martin Mueller (Swi) Power Move Srilanka
3 Fatahilah Abdulah (Ina) Pengprov Issi Daerah Istimewa Yogyakarta
4 Mohd Sahrul Mat Amin (Mas) Malaysia National Team
5 Herwin Jaya (Ina) Polygon Sweet Nice
6 Moezedin Seyed Rezaerkhormz (IRI) Vali ASR Kerman
7 Setiawan Iwan (Ina) Customs Cycling Club Indonesia
8 Sam Davis (Aus) Eddy Hollands Bicycle Services
9 Alex Malone (Aus) CCN – Colossi
10 Hartono Gunawan (Ina) Customs Cycling Club Indonesia

source: zonasepeda

Saturday, October 30, 2010

Ferinanto, Juara di Kampung Halaman


Kejutan terjadi di Etape 6 Speedy Tour de Indonesia 2010. Pembalap Ferinanto untuk pertama kali keluar sebagai juara , sedangkan Herwin Jaya berhasil merebut Jersey (Kaus) Kuning...

Ferinanto keluar sebagai pemenang setelah menyentuh garis finis pertama di Madiun, Sabtu (30/10/2010). Pembalap United Bike Kencana ini berhasil unggul atas pembalap Polygon Sweet Nice (PSN) Sergey kudentsov dan pembalap Malaysia Mat Amin.

Ferinanto mengaku senang bisa menjadi juara di Madiun, yang merupakan kampung halamannya sendiri. “Kemenangan ini sata persembahkan untuk masyarakat Madiun dan sekitarnya,” ujar Ferinanto kepada wartawan dalam jumpa pers.

Pria kelahiran Madiun ini memang sudah mengincar kemenangan di trek Yogyakarta-Madiun sejak awal. “Sebenarnya saya sudah menargetkan kemenangan di sini sejak awal lomba. Saya menggunakan etape pertama untuk latihan saja,” lanjut pembalap kelahiran 1978 itu.

Sementara itu, Herwin juga berhasil merebut Kaus Kuning dengan unggul atas rekan setim. Tidak hanya itu, Jersey Kuning juga berhasil dikenakannya setelah mencatat waktu terbaik 13:56:52 detik. Pembalap kelahiran Probolinggo unggul atas Heri Fitrianto.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan Kaus kuning serta Kaus Merah dan Putih. Sebab, terpenting adalah kedua kaus ini dipertahankan oleh tim kami,” demikian tandas pembalap yang sudah memperkuat Polygon sejak 2007 itu.


Berikut Hasil Etape 6:
Klasemen Umum Pembalap Indonesia Berdasarkan Waktu (Kaus Merah Putih)
Pembalap Tim Catatan Waktu
1.Herwin Jaya (PSN) 13:56:52
2.Hari Fitrianto (PSN) 13:56:53
3.Fatahilah Abdullah (YOG) 13:57:13


Klasemen Pembalap Berdasarkan Poin (Kaus Hijau)
1.Budi Santoso (UBK) 13 Poin
2.Herwin Jaya (PSN) 7 poin
3.Fallanie Ali Ahmad (MAS) 7 poin


Klasemen Pembalap Secara Keseluruhan (Kaus Kuning)
1.Herwin Jaya (PSN) 13:56:52
2.Hari Fitrianto (PSN) 13:56:53
3.Lex Nederlof (CLS) 13:57:04


Klasemen Tim Secara Umum
1.Polygon Sweet Nice 41:19:00
2.CCN – Colossi 41:22:00
3.Costums Cycling Clubs 41:22:23


source:okezone

Friday, October 29, 2010

Pembalap tanah Air Siap hadapi Etape 6

Foto: Pembalap Polygon Sweet Nice Herwin Jaya & pembalap United Bike Kencana Budi Santoso

Para pembalap sedang dalam kondisi fit menghadapi balapan Etape 6 Speedy Tour d’ Indonesia 2010. Mereka sangat berambisi menjadi yang terbaik di rute Yogyakarta-Madiun kali ini...


Dihapusnya balapan Etape 5 yang mengambil rute Semarang-Yogyakarta memang sangat menguntungkan para pembalap. Pasalnya, ini membuat mereka memiliki cukup waktu untuk memulihkan kondisi badan setelah lelah bertarung melewati Etape 4.

“Kondisi saya cukup fit untuk mengikuti balapan di Etape 6. Saya bertekad mempertahan Jersey Hijau yang saat ini masih saya pegang,” tegas Budi Santoso, pembalap United Bike Kencana yang sempat terjatuh di Etape 4, Rabu (26/10/2010) kemarin.

Peluang Budi mempertahankan Jersey Hijau memang sangat besar karena mengumpulkan 11 poin. Sebab, pesaingnya sprinter Prasetya Heksa dari Tim Customs Cycling Club cukup jauh dari jangkauannya. Sebenarnya, M. Taufik berpeluang merebut Jersey Hijau. Sayang dia tidak finis di Etape 4.

Sementara itu hingga Etape 6, dominasi Tim Polygon Sweet Nice (PSN) masih terlihat jelas. Jersey Kuning masih dikenakan Hari Fitrianto, sedangkan untuk Jersey Merah Putih dipakai rekan setimnya Herwin Jaya. Herwin bertekad mempertahankan posisi ini hingga etape terakhir.

“Saya tidak memikirkan Jersey Hijau. Saya hanya bberambisi mempertahankan Jersey Merah Putih. Apalagi, Jersey Kuning yang dikenakan Hari, karena ini merupakan kaus paling bergengsi di turnamen ini,” tandas pembalap PSN ini.

Berikut Hasil STdI Hingga Etape 4:
Klasemen Pembalap Berdasarkan Waktu (Kaus Kuning)
Pembalap Catatan Waktu
1.Hari Fitrianto (PSN) 10:19:56
2.Erwin Jaya (PSN 10:19:58
3.Lex Nederlof (CCN Colosini) 10:20:07

Klasemen Pembalap Berdasarkan Poin (Kaus Hijau)
Pembalap Poin
Budi Santoso (United Bike Kencana) 11
M. Taufik (Yogyakarta) 9
Prasetya Heksa (Custom Cycling Club) 6

Klasemen Pembalap Indonesia Tercepat (Kaus Merah putih)
Pembalap Catatan Waktu
Hari Fitrianto (PSN) 10:19:56
Herwin Jaya (PSN) 10:19:58
Matnur (PSN) 10:20:08

source:okezone

Sepeda Tercepat Speedy TDI 2010

Sekedar berbagi info aja tentang sepeda yang digunakan oleh tim POLYGON SWEETNICE dan Tim OCBC Singapore dalam Speedy TDI tahun ini



spesifikasi...


berbanggalah karena sepeda ini produksi dalam negeri.
dan hasilnya adalah:

Matnur dan Tim PSN tercepat etape 1


Sergey Kudenstov Kuasai Etape 4

sedikit bocoran : harganya adalah Rp.43.000.000
.

Thursday, October 28, 2010

Etape 5, Etape Peduli Merapi


Sebanyak 90-an pebalap memulai Etape Peduli Merapi, Kamis (28/10/2010). Etape ini menjadi pengganti etape 5 Semarang menuju Yogyakarta yang dibatalkan karena meletusnya gunung Merapi.

Pagi tadi, para pebalap dilepas di depan kantor Gubernur Jawa Tengah oleh Wakil Gubernur Rustriningsih pukul 09.30. Mereka akan bersepeda sejauh 10 kilometer lepas Semarang. Setelah itu mereka akan transfer ke Yogya dengan bus...



Sekitar 10 kilometer menjelang kota Yogyakarta, para pebalap akan kembali bersepeda memasuki kota Yogyakarta. Rencananya mereka akan mengenakan pita hitam tanda ikut berdukacita.

Sebelumnya, karena hari pelepasan bersamaan dengan hari Sumpah Pemuda, acara pelepasan diawali dengan mengheningkan cipta. "Yah, ini kan bersepeda santai saja. Untuk menggerakkan badan sekaligus turut berduka," ujar Fatahillah Abdullah, pebalap tim DI Yogyakarta.para pebalap akhirnya menghentikan aktivitas bersepedanya di kantor Satuan Brimob Polda Jawa Tengah di Jalan Perintis Kemerdekaan, pukul 10.15, Kamis (28/10/2010) pagi tadi. Mereka tidak akan membalap ke Yogya, melainkan naik bus.

"Ini merupakan upaya transfer dari Semarang ke Yogyakarta setelah etape lima Speedy Tour d'Indonesia 2010 itu batal diselenggarakan" ujar Direktur Lomba Phanny Tanjung.

Para ofisial tim kemudian menyimpan sepeda di truk ofisial, sementara para pebalap naik kendaraan menuju Yogya. Rencananya, mereka akan kembali bersepeda 10 km menjelang Yogya.

Sergey Kudentsov PSN Surabaya Juara Etape 4 Tour de Indonesia 2010



Pebalap Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya, Sergey Kudentsov merebut juara pertama etape IV Speedy Tour d`Indonesia (TDI) 2010 yang finis di depan Kantor Telkom Kota Semarang, Rabu...



Pembalap asal Rusia itu mampu membukukan catatan waktu 02.06.00. Posisi kedua direbut pembalap dari Malaysia National Team Saleh Moch. Zamri dan posisi tiga Projo Waseso dari Kutai Kartanegara dengan catatan waktu yang sama.

Menjelang finis sempat terjadi insiden sehingga tiga pembalap terjatuh, di antaranya Budi Santoso dari United Bike Kencana dan Nugroho Krisnanto dari Pengprov ISSI Yogyakarta.

“Ini telah sesuai dengan target. Kalau jalur sprint memang kami mengandalkan Sergey,” kata manajer PSN Wawan Setyobudi usai perlombaan.

Menurut dia, dengan hasil ini peluang untuk mempertahankan diri di puncak klasemen baik secara perorangan maupun tim tetap terbuka. Apalagi pembalap PSN lainnya, Hari Fitrinanto tetap memegang kaos kuning atau pimpinan puncak klasemen.

Setelah bendera start dikibarkan oleh Wali Kota Pekalongan seluruh pembalap dalam rombongan besar langsung mengayuh sepedanya secepat mungkin karena etape IV dari Pekalongan menuju Semarang adalah etape terpendek atau hanya 101,5 km.

Hingga KM 17 rombongan dipimpin duet pembalap PSN Surabaya Herwin Jaya dan Hari Fitrianto. Setelah itu beberapa pembalap termasuk Imam Suparman dari DKI Jakarta giliran mempimpin dengan jarak kurang lebih 150 m di depan rombongan besar.

Setelah melalui tanjakan Alas Roban seluruh pembalap harus berhadapan dengan turunan yang cukup panjang. Akibatnya pembalap Pengprov ISSI Yogyakarta terjatuh di KM 18,5 sehingga harus diangkut menggunakan mobil ambulan karena tidak bisa melanjutkan perlombaan.

Selepas Alas Roban posisi pembalap terdepan terus bergantian. Jalur lurus membuka peluang pembalap spesialis sprint menunjukkan kebolehannya. Terbukti di titik sprint tepatnya di Pasar Cepiring pembalap itu mampu menjadi yang tercepat.

Di posisI pertama direbut Mark John Laxer (7 Eleven Filipina), Ahmad Fallanie (Malaysia National Team), Herwin Jaya (PSN Surabaya).

Hingga 10 km menjelang finis posisi pembalap terus bergantian. Bahkan pembalap asing 7 Eleven yang sebelumnya belum mampu menjadi yang terdepan berusaha mencuri dominasi pembalap lokal.

Namun dimikian, di tiga kilo meter menjelang finis terjadi perubahan posisi meski masih tetap dalam rombongan besar. Akhirnya pembalap PSN Sergey Kudentsov mampu menjadi yang tercepat.

Sementara Itu, Pebalap Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya, Hari Fitrianto mempertahankan posisi puncak klasemen Speedy Tour d`Indonesia (TDI) 2010 hingga etape IV dan tetap berhak memakai kaos kuning tanda pimpinan klasemen.

Meski di etape IV dari Pekalongan menuju Semarang yang finis di depan Kantor Telkom Semarang, Rabu, tidak berada di posisi terdepan, pebalap asal Probolinggo itu tetap aman di puncak klasemen dengan catatan waktu 10.19.56.

“Etape ini cukup ketat. Banyak sprinter tim lain yang berusaha menjadi yang terdepan. Tapi saya bermain aman untuk tetap mempertahankan kaos kuning,” katanya usai perlombaan.

Menurut dia, semakin banyak etape yang dilalui semakin banyak pula tekanan yang dihadapi. Untuk itu pihaknya bersama anggota tim yang lain akan berusaha mempertahankan kaos kuning hingga menyentuh garis finis di Denpasar Bali.

Saat ini, kata dia, tim-tim lain terutama dari luar negeri mulai menyodok ke depan. Terbukti pebalap dari 7 Eleven Filipina, Mark John Laxer mampu menjadi yang tercepat di titik sprint pada KM 53.

Etape V dari Semarang menuju Yogyakarta dibatalkan oleh panitia terkait dengan peningkatan aktivitas Gunung Merapi diperbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sesuai dengan rencana seluruh pebalap akan melalui lereng gunung tersebut tepatnya di Selo, Boyolali.

Selain mengamankan kaos kuning, pebalap asal Probolinggo itu juga mempertahankan kaos merah putih atau puncak klasemen pebalap perorangan kategori nasional dengan catatan waktu yang sama.

Dengan demikian, Hari Fitrianto telah mempertahankan diri sebagai pemegang koas kuning dan kaos merah putih pada dua etape yang telah dilaluI. Sebelumnya kaos kuning dipegang rekan satu timnya, Sergey Kudentsov.

Berikut hasil Etape 4 Pekalongan – Semarang 101.5km :
1 Sergey Kudentsov (Rus) PSN 2:06:00
2 Mohd Zamri Saleh (Mas) MAS
3 Projo Waseso (Ina)
4 Ahmad Fahrullah Alias (Mas) MAS
5 Rully Ibnu (Ina)
6 Mohd Shahrul Mat Amin (Mas) MAS
7 Fatahilah Abdullah (Ina)
8 Martin Müller (Swi)
9 Alvin Firlandi (Ina)
10 Alex Malone (Aus)
11 Heksa Priya Prasetya (Ina)
12 Rakhmadani (Ina)
13 Arin Iswanna (Ina)
14 Ade Solihin (Ina)
15 Ari Pratama (Ina)
16 Awang Sumbodo (Ina)
17 Andri Prawata (Ina)
18 Patria Rastra (Ina) PSN
19 Teddy Adrian (Ina)
20 Jelly Dorisman (Ina)
21 Edy Susanto (Ina)
22 Mohammad Zangi Abadi (IRI) Vali Asr Kerman Team
23 Baler Ravina (Phi)
24 Robert Wijaya (Ina)
25 Elan Sutomo Riyadi (Ina)
26 Agus Suhariawan (Ina)
27 Saeed Nateghi (IRI) Vali Asr Kerman Team
28 Endra Wijaya (Ina)
29 Lex Nederlof (Ned)
30 Edi Purnomo (Ina)
31 Galih Wardana (Ina)
32 Purnomo Didit (Ina)
33 Herwin Jaya (Ina) PSN
34 Adi Ahmad Zukardi (Ina)
35 Idris Purnama Kasih (Ina)
36 Edmunds John Hollands (Aus)
37 Iman Suparman (Ina)
38 Marcus Leong Yong Yi (Sin)
39 Nanto Ferry (Ina)
40 Irvan Firmanyah (Ina)
41 Ali Reza Asgharzadeh (IRI) Vali Asr Kerman Team
42 Warseno (Ina)
43 Dadi Suryadi (Ina)
44 Bayu Satrio (Ina)
45 Fauzian Syah (Ina)
46 Ali Ahmad Fallanie (Mas) MAS
47 Adi Wibowo (Ina)
48 Kaswanto Kaswanto (Ina)
49 Kurniawan (Ina)
50 Yusrizal Usoff (Mas) MAS
51 Yuli Hariyanto (Ina)
52 Matnur Matnur (Ina) PSN
53 Hasan Basarahil (Ina)
54 Robin Manulang (Ina)
55 Amin Saryana (Ina)
56 Lemuel Lee (Sin)
57 Mark John Lexer Guevarra (Phi)
58 Erik Suprianto (Ina)
59 Rizky Anugrah Pekelti (Ina)
60 Hari Fitrianto (Ina) PSN
61 Parno (Ina)
62 Joel Calderon (Phi)
63 Seyed Moezeddin Seyed Rezaei Khormizi (IRI) Vali Asr Kerman Team
64 Nunung Burhanudin (Ina)
65 Ricky Rinaldy (Ina)
66 Kriswo (Ina)
67 Agus Sofian Ziad (Ina)
68 Yudiansyah Yudiansyah (Ina)
69 Nugroho Krisnanto (Ina)
70 Iwan Setiawan (Ina)
71 Yonata Pungky (Ina)
72 Ali Usman (Ina)
73 Budi Santoso (Ina)
74 Nicolas Winter (Swi)
75 Roger Nathan Dahlberg (NZl)
76 Calvin Sim (Sin)
77 Eko Bayu Nur (Ina)
78 Hartono Gunawan (Ina)
79 Jaeel Islami (IRI)
80 Sherwin Carrera (Phi)
81 David Treacey (Mlt)
82 Sam Davis (Aus)
83 Alexander Smyth (Aus) 0:02:35
84 Maruli Fajar (Ina)
85 Tots Oledan (Phi)
86 Peter Griffin (Aus) 0:10:14
87 Chris Clasby (Aus)
88 Dean Gathercole (Aus) 0:19:47
DNF Will Wettenhall (Aus)
DNF Muhammad Taufik (Ina)

Klasemen Pembalap Total Waktu (Jersey Kuning)
General Classification after Stage 4
Result
1 Hari Fitrianto (Ina) PSN 10:19:56
2 Herwin Jaya (Ina) PSN 0:00:02
3 Lex Nederlof (Ned) 0:00:11
4 Roger Nathan Dahlberg (NZl)
5 Matnur Matnur (Ina) PSN 0:00:12
6 Fatahilah Abdullah (Ina) 0:00:22
7 Edmunds John Hollands (Aus)
8 Seyed Moezeddin Seyed Rezaei Khormizi (IRI) Vali Asr Kerman Team 0:00:24
9 Budi Santoso (Ina) 0:00:25
10 Parno (Ina) 0:00:34

Klasemen Pembalap Total Poin (Jersey Hijau)
Pembalap – Poin
Budi Santoso (UBK) 11
M. Taufik (YOG) 9
Prasetya Heksa (CCC) 6

Sumber (ant)

Tuesday, October 26, 2010

Fatahillah Kuasai etape 3


Pebalap dari Pengprov ISSI Yogyakarta, Fatahilah Abdullah merebut juara etape III Speedy Tour d’Indonesia 2010 dari Cirebon menuju Pekalongan dengan catatan waktu 03.07.23 detik, pada Selasa...


Dengan menjadi yang tercepat di etape III maka pembalap dari Pengrov ISSI Yogyakarta ini telah membukukan dua kemenangan. Sebelumnya dietape II, M. Taufik menjadi yang tercepat. "Saya sangat bersyukur dengan kemenangan ini. Memenangi etape ini cukup berat diraih jika tidak mendapatkan bantuan dari Projo Waseso (Kutai Kartanegara Team)," kata mantan pembalap Sulawesi Selatan ini kepada ANtara, usai perlombaan.

Menurut dia, jika tidak mendapatkan bantuan dari pembalap KKT itu, kemungkinan besar juara akan lepas dari pembalap Indonesia. Karena ada pembalap Malaysia dan Filipina yang berada diposisi depan.

Untuk itu, kata dia, kerja sama tim untuk meraih hasil yang terbaik harus dilakukan. Jika tidak, peluang untuk menjadi yang terbaik lebih berat karena tidak mendapatkan dukungan terutama rekan satu tim. "Meski perlombaan sempat tertunda, itu tidak menjadi masalah bagi kami. Kami akan tetap maksimal untuk etape-etape selanjutnya," katanya menambahkan.

Setelah Fatahilah posisi dua tercepat yang menyentuh garis finis adalah Projo Waseso dari KKT dengan catatan waktu 03.07.23 dan posisi tiga direbut oleh Rachamadani dari BTK dengan catatan waktu yang sama.

Menanggapi kemenangan yang diraih oleh anak asuhnya manajer tim Pengprov ISSI Yogyakarta, M. Basri mengaku puas karena etape ketiga merupakan target untuk dimenangkan oleh pembalapnya. "Ini sudah sesuai dengan rencana. Seluruh pembalap telah maksimal dalam mengupayakan kemenangan ini. Kami berharap di etape-etape berikutnya bisa lebih maksimal," katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, untuk menghadapi etape IV dari Pekalongan menuju Semarang berjarak 101 km, pihaknya tetap akan mengandalkan pembalap yang mempunyai spesialisasi sprint seperti Fatahilah Abdulah dan Nugroho Krisnanto.

Etape IV dari Pekalongan menuju Semarang itu banyak terdapat jalur datar dengan demikian bisa dipastikan persaingan menjadi yang tercepat kembali ketat.

Monday, October 25, 2010

Profil M. Taufik. Juara etape 2


Taufik memang pembalap yang bagus, sejak tergabung di tim Jamoe Iboe Yogyakarta, taufik selalu merajai balapan di kategori Yunior, sempat juga membalap bersama tim terbaik Indonesia saat itu, Wismilak International Team, dan sekarang merapat di WSP (warung sego penyet) management Cycling Team Jogja. Hingga akhirnya tergabung dan mengikuti TDI 2010 Atas nama ISSI DIY. (dika-red)

berikut profil tentang M. Taufik. Juara etape 2 bandung-Cirebon:


Saat masuk Kota Yogyakarta tahun 2003, M Taufik hanya berpikiran untuk bekerja. Sama sekali tidak ada pikiran untuk menjadi atlet, belum ada pikiran untuk menjadi pebalap sepeda, apalagi menjadi pebalap profesional....


”Waktu itu saya datang ke Yogyakarta untuk bekerja di Rumah Makan Sego (Nasi) Penyetan milik Pak Dadang, bukan untuk bersepeda,” ujar Taufik, Senin (25/10), seusai meraih gelar sebagai pebalap terbaik tahapan kedua Speedy Tour d’Indonesia 2010 di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Taufik menuturkan, kebetulan ia memang suka sepeda sejak kecil. Kebetulan lagi, sang pemilik rumah makan, yaitu Dadang Haries Poernomo, punya klub sepeda bernama ”Warung Sego Penyetan”.

Sama seperti kakak lelakinya, Toni Lukman, yang juga bekerja di rumah makan yang sama lalu bergabung dengan klub sepeda milik Dadang, Taufik juga bergabung dengan klub sepeda tersebut.

Saat bergabung, Taufik langsung berlatih dengan sepeda balap. Ia juga langsung melatih dirinya di nomor road race atau jalan raya.
Mulai serius

Dari yang semula main-main, Taufik kemudian mulai serius menekuni balap sepeda. ”Pak Dadang itu juga yang melatih saya,” ujar Taufik.

Pebalap kelahiran Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, 11 April 1984, ini lalu mulai diikutkan ke tim yunior sepeda Jamu Iboe oleh Dadang. Bersama tim barunya, Taufik menjadi juara satu ajang Wismilak Criterium Series, 2004-2005.

Dadang Haries Poernomo, yang juga menjadi pengurus Pengprov ISSI DI Yogyakarta, menuturkan, ia semakin tertarik dengan talenta yang dimiliki Taufik. Berbekal prestasi sebagai pebalap yunior, Taufik langsung bergabung dengan tim balap sepeda Pengprov DI Yogyakarta. Timnya juga mengikuti lomba balap sepeda Tour d’Indonesia dan juga Tour de Singkarak.

”Saya betul-betul senang melihat tim bisa mendapat peringkat terbaik. Saya akan terus memberikan yang terbaik untuk tim saya,” ujar Taufik.

Kini, dengan prestasi yang ia miliki, Taufik punya impian untuk menjadi pebalap inti tim nasional.

”Ya, harapannya di seleksi tim nasional saya bisa masuk, saya ingin menjadi pebalap inti tim nasional,” ujar Taufik.

Lintasan menantang

Tentang kesannya membalap di Tour d’Índonesia 2010, Taufik berujar, lintasan yang ia lalui sejauh ini betul-betul sulit dan menantang.

Rute jalan yang semula datar tiba-tiba berubah menjadi tikungan yang menanjak dan diikuti turunan curam. ”Ditambah hujan deras tadi, sebetulnya itu menyulitkan pandangan. Tetapi, saya terus saja membalap. Tantangan juga buat saya,” ujar Taufik.

Taufik tidak menyangka bisa memenangi tahapan kedua dengan kondisi lintasan yang juga padat dengan arus lalu lintas kendaraan di beberapa jalur.

”Jalanan sangat crowded. Tidak seperti di luar negeri,” ujar Taufik yang pernah membalap di Malaysia.

Soal etape berikutnya—yang melintas dari Cirebon, Jawa Barat, hingga ke Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa ini, Taufik tidak mau memasang target terlalu muluk. Ia mengatakan akan lebih fokus membantu rekan-rekannya yang lebih dijagokan untuk memenangi jalur datar. Meski demikian, Taufik mengatakan tetap bakal berusaha keras untuk kembali mendapatkan 1.000 dollar AS, hadiah bagi pemenang etape.


source:Dian kuyinK

M. Taufik Kuasai etape 2



Pembalap sepeda Pengprov ISSI DI Yogyakarta M Taufik jadi yang tercepat pada Etape II Speedy Tour d’Indonesia (TdI) 2010 kemarin. Pembalap kelahiran Banyuwangi berusia 23 tahun ini mencatat waktu 4 jam, 50 menit, 29 detik.


Posisi kedua direbut Nunung Burhanudin dari Putra Perjuangan Bandung dengan catatan waktu 4 jam, 50 menit, 32 detik.Tempat ketiga diraih Sergey Kudentsov (Polygon Sweet Nice) dengan catatan waktu 4 jam, 50 menit,42 detik. Etape II ini menempuh jarak 204,5 km mulai dari Kota Bandung sampai Kota Cirebon. Selain menjadi rute terpanjang dari 10 etape yang dilalui pada TdI 2010,Etape II memiliki medan yang sulit karena melintasi jalur berliku, tanjakan curam, turunan panjang, banyak lubang, dan kondisi jalan bergelombang.

”Kondisi rute yang berat ini menjadi tantangan bagi para pembalap. Namun,saya tetap berusaha sekuat tenaga berada bersama rombongan terdepan. Setelah berhasil dua kali break bersama rombongan terdepan, menjelang finis saya berusaha menjadi yang terdepan,” ujar Taufik. Sukses ini membuat Taufik berharap bisa masuk dalam skuad tim nasional dan tampil di berbagai event balap sepeda penting.

”Saya ingin sekali bisa masuk tim inti nasional,” kata Taufik. Harapan Taufik tak berlebihan, apalagi penampilannya pada Etape II terbilang konsisten.Pada intermediate sprint pertama di BRI Bareng Nyalindung atau tepat di 121,3 km, dia masuk dalam rombongan pembalap terdepan bersama tiga pembalap lainnya. Ketiga pembalap lainnya adalah Budi Santoso (United Bike Kencana Team), Dadi Suryadi (Putra Perjuangan), dan Warseno (Tirta Cycling Team).

”Sprint pertama sangat berat karena selain jalurnya berupa turunan curam, kondisinya sedang hujan. Hal itu membuat pandangan agak kabur dan menghambat laju sepeda. Namun, itu dapat diatasi,” ungkap Taufik. Selepas dari wilayah Cimalaka dan memasuki Paseh, Kabupaten Sumedang, sekitar pukul 12.30 WIB, hujan cukup lebat mengguyur jalur yang dilalui para pembalap.

Baru setelah memasuki wilayah Tomo, sekitar pukul 13.00 WIB hujan mulai berhenti dan pembalap dapat melaju normal. Tantangan yang dihadapi pembalap bukan hanya medan berat. Kondisi lalu lintas yang semerawut sering kali menghambat,terutama saat melintasi sejumlah pasar tradisional yang tersebar di antara Kabupaten Bandung. Sumedang, Majalengka, hingga Cirebon. Hal itu dikeluhkan Kudentsov yang kali ini finis di urutan ketiga.

”Etape II memang sangat berat bagi saya.Apalagi,kondisi lalu lintas yang semerawut dan kendaraan besar masih ada yang melintas dari arah berlawanan sehingga sangat membahayakan pembalap,”papar pembalap asal Rusia ini. Meskipun Kudentsov hanya finis di urutan ketiga,dia tetap berhak menggunakan yellow jersey. Berdasarkan klasemen umum,Kudentsov mencatatkan waktu terbaik dari dua etape yang sudah dilalui, yaitu 5 jam,6 menit,30 detik.

”Ini berkat bantuan teman-teman yang bekerja sama tampil kompak secara tim,”katanya. Posisi kedua dan ketiga klasemen umum pun masih dikuasai pembalap Polygon Sweet Nice, yaitu Herwin Jaya dan Hari Fitrianto (5 jam, 6 menit, 30 detik). Pada Etape II ini keduanya tidak masuk dalam 10 besar pemain yang finis tercepat. Meski demikian, Herwin masih memimpin klasemen umum pembalap tercepat untuk kategori peserta dalam negeri. Herwin pun berhak mengenakan red and white jersey yang sebelumnya dikenakan Matnur, rekan satu timnya di Polygon Sweet Nice.

Sunday, October 24, 2010

Etape 1 milik Matnur dan PSN



Jakarta - Pembalap dari Tim Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya, Matnur merebut kaos Merah Putih atau menjadi pembalap tercepat nasional pada etape pertama "Speedy Tour D'Indonesia (TDI)" 2010 di Jakarta, Minggu...


Pada nomor "Team Time Trial" (TTT) di Jalan Sudirman, Jakarta, yang menepuh jarak 12 km, Matnur bersama timnya mampu membukukan catatan waktu 15.53.69, jauh meninggalkan pembalap dari tim yang lain.

"Hasil ini kami raih atas dukungan dari kawan-kawan satu tim selama perlombaan. Hasilnya jelas akan memotivasi saya untuk etape selanjutnya," kata Matnur saat dikonfirmasi.

Meski saat ini dinobatkan menjadi pembalap tercepat pada etape pertama, pihaknya tidak akan gegabah pada etape selanjutkanya. Dengan memakai kaos Merah Putih tekanan dari lawan akan lebih besar.

Saat ini dengan absennya dua tim yang langganan menjadi juara yaitu Tabriz Petrochemical Team (TPT) dan Asad University, kata dia, peluang tim untuk menjadi yang terbaik pada TDI 2010 dari Jakarta menuju Bali cukup besar.

"Semua tim mempunyai kekuatan yang sama. Jadi peluang setiap pembalap untuk memenangkan pertandingan juga sama," kata pembalap yang pernah memperkuat Pengprov ISSI Yogyakarta itu.

Keberhasilan Matnur juga diikuti rekan satu timnya yaitu Sergey Kudentsov. Pembalap dari Rusia itu menjadi pemegang kaos kuning atau puncak klasemen sementara untuk kategori perorangan secara keseluruhan.

"Cuaca di sini cukup panas. Tetapi saya tetap bisa maksimal. Saya berharap hasil seperti ini bisa terjadi pada etape-etape berikutnya," ujar Sergey saat dikonfirmasi.

Jika pembalap PSN merebut kaos Merah Putih dan kaos kuning, pembalap CCN Colossi Belanda yaitu Alex Malone menjadi yang tercepat pada etape pertama dan berhak memakai kaos hijau.

Sementara itu, manajer PSN Surabaya Wawan Setyobudi mengatakan, hasil yang diraih anak buahnya di etape pertama TDI 2010 berkat kerja keras seluruh tim selama perlombaan.

"Seluruh pembalap konsisten dalam mengatur ritme. Hasil ini merupakan dampak dari hasil 'Tour of Heinan' lalu yang hasilnya cukup mengembirakan," paparnya.

Ia menjelaskan, kemenangan pada etape pertama ini akan dijadikan modal untuk perlombaan etape berikutnya. Apalagi pada etape dua yang menempuh jarak 213,2 km dari Bandung menuju Cirebon, Senin (25/10).

Friday, October 22, 2010

TCT Solo wakil Jateng Di TDI 2010

(jadi semangat liat temen2 bersaing di TDI 2010, semangat ya!!
ayo warseno, galih,plenton,maruli,yonata!kalian berangkat pake uang rakyat, berikan yang terbaik buat kita!!wkwkwk)... langsung aj deh, ne beritanya:


Para pembalap Tirta Cycling Team (TCT) Solo siap beradu kebut Jakarta-Bali sepanjang 1.350,6 km pada Tour d'Indonesia (TdI) 2010 yang digelar mulai Minggu (24/10) hingga 4 November mendatang. Tim racikan pelatih Agus Sadiyanto tersebut bertolak dari Solo, Jumat (22/10)...


"Tim pelatih, sepeda dan peralatannya diangkut menggunakan mobil ofisial tim. Sementara malamnya pembalapnya naik KA Argo Lawu dari Stasiun Balapan," kata Agus, sesaat sebelum berangkat.

Lima pembalap yang bakal beradu kecepatan dan ketangguhan dalam sepuluh etape tersebut adalah Warseno, Yuli Haryanto, Maruli Fajar, Jonata Pungki dan Galih Wardana. Manajer tim Paulus Kristono menargetkan kelimanya menembus lima besar nasional pada tur paling bergengsi di Tanah Air itu.

"Dengan kemauan keras dan penampilan maksimal, saya yakin anak-anak bisa menembus lima besar nasional, meski mereka bakal menghadapi persaingan berat atas pembalap-pembalap senior dari tim-tim lain," tandas Paulus.

Awak TCT Yuli Haryanto menyebut target tersebut sebagai tantangan berat yang bakal diperjuangkannya bersama rekan-rekan setimnya.

"Memang, tim-tim lain banyak diperkuat pembalap senior. Tapi kami akan terus berusaha keras dan yakin mampu bersaing. Sekarang teman-teman sudah sangat solid dan kekuatannya cukup merata," tutur salah seorang pembalap Jateng pada PON
Kaltim 2008 itu.

source:suara merdeka